Mengenal Apa Itu Ethereum

Bitcoin bukan satu-satunya cryptocurrency yang harganya naik lebih dari 1000% selama tahun 2017 lalu. Ether juga mengalami kenaikan harga hingga 1300%, tapi berbeda dengan Bitcoin yang begitu terkenal, masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu Ethereum. Kami dari DuniaKoin.com akan mengulas secara ringkas mengenai Ether dan Ethereum.

Apa Itu Ethereum?

Ethereum sebenarnya merupakan nama sebuah platform, sementara nama mata uangnya adalah Ether. Namun, orang-orang lebih sering menggunakan nama Ethereum untuk menyebut keduanya. Sama seperti Bitcoin, Ethereum adalah sebuah mata uang digital yang berbasis teknologi blockchain dan bersifat open source. Jika sampai saat ini dunia masih belum mengetahui siapa itu Satoshi Nakamoto, desainer dari Bitcoin, berbeda dengan Ethereum yang pertama kali dimunculkan oleh Vitalik Buterin, seorang penulis dan programmer asal Rusia yang kini tinggal di Kanada.

Nama Ethereum sendiri dicetuskan oleh Buterin saat membaca Wikipedia mengenai elemen dan sains fiksi. Nama ini dianggap terdengar bagus dan kata “ether” sendiri merupakan sebuah media tidak terlihat di alam semesta.

Sejarah Singkat Ethereum

Vitalik Buterin menuliskan konsep mengenai Ethereum saat baru berusia 19 tahun pada tahun 2013. Sebelum mulai mengerjakan Ethereum, Buterin pernah terlibat sebagai penulis untuk Bitcoin Magazine sejak 2011. Buterin merupakan salah satu orang yang menganggap Bitcoin memerlukan scripting language, atau bahasa program yang lebih tinggi hingga memudahkan dalam pembuatan aplikasi di masa mendatang. Namun, idenya ini tidak pendapat persetujuan dari komunitas hingga dia memutuskan untuk membuat platform baru dengan bahasa program yang lebih baik. Saat pertama kali diumumkan ke publik pada awal 2014, tim utama Ethereum terdiri dari Vilatik Buterin, Mihai Alisie, Anthony Di Iorio dan Charles Hoskinson.

Hingga artikel ini ditulis, Ethereum belum memiliki jumlah maksimal yang bisa ditambang. Diperkirakan ada 98 juta Ethereum yang beredar per Januari 2018. Di tahun 2017, para penambang berhasil mendapatkan 9.2 juta Ethereum baru dan menambah jumlah Ethereum yang beredar sekitar 10%.

Peristiwa Penting Ethereum

Ethereum sendiri sebagai sebuah mata uang digital memang bisa dibilang aman, ditambah dengan fungsi smart conrtact yang dimilikinya. Sayangnya, hal yang sama tidak berlaku pada komunitas di sekitar Ethereum.

Pada tahun 2016, sebuah decentralized autnomous organization yang disebut The DAO berhasil mendapat pendanaan awal hingga 150 juta Dollar Amerika Serikat untuk memulai proyek/perusahaan mereka. Hingga saat ini, The DAO merupakan salah kampanye crowdfunding terbesar dalam sejarah. Organisasi/perusahaan semacam The DAO memiliki sebuah model bisnis yang sangat sulit dideskripsikan dan masih diperdebatkan legalitasnya. Tapi, The DAO sendiri merupakan organisasi yang memiliki hampir 11.5 juta Ethereum dan lebih dari 18.000 pemegang saham.

The DAO memang berhasil mendapat pendanaan awal yang luar biasa, namun hanya beberapa minggu berselang, 50 juta Dollar ‘dicuri’ oleh orang tidak dikenal melalui sebuah celah keamanan dalam kode The DAO. Peristiwa inilah kemudian yang memancing perdebatan apakah Ethereum harus melakukan “hard fork”. Hasilnya, pada 20 Juli 2016, Ethereum memilih melakukan “hard fork” yang akhirnya mengembalikan seluruh uang yang dicuri kembali ke The DAO dan memecah Ethereum menjadi dua mata uang berbeda.

Block-block yang tidak mengalami “hard fork” kini dikenal Ethereum Classic yang menggunakan blockchain asli Ethereum. Sementara, Ethereum yang dikenal saat ini berada di block-block yang mengalami “hard fork” pada Juli 2016.

Comments (No)

Leave a Reply

%d bloggers like this: