Kenapa Bitcoin Harganya Mahal?

Tahun 2008, terjadi krisis ekonomi yang melanda banyak negara berkembang dan negara maju di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat. Krisis ini menyebabkan banyak orang menjadi tidak percaya dengan sistem finansial yang ada saat ini. Di waktu yang hampir bersamaan, Satoshi Nakamoto merilis white paper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-peer Electronic Cash System” yang menjadi konsep dasar dari Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Baca : Sejarah Bitcoin

Bitcoin menjadi mata uang digital dengan konsep terdesentralisasi dan Peer-to-Peer (P2P) pertama di dunia. Cyrptocurrency tidak memerlukan fungsi bank sentral untuk bisa bekerja dan melakukan transaksi. Hal ini akhirnya membuat banyak orang memandang bahwa konsep ini adalah konsep uang masa depan.

Namun, harga Bitcoin tidak langsung meroket setelah dirilis ke publik. Pada Maret 2010, seseorang dengan username “SmokeTooMuch” pernah menawarkan 10,000 Bitcoin hanya seharga $50, dan tidak ada yang menerima tawaran tersebut. Pada masa-masa itu, Bitcoin hampir tidak ada harganya. Bitcoin hanya dianggap sebagai sebuah ide hebat dan tidak lebih.

Pada bulan Mei dan Juni 2010, harga Bitcoin mendekati 1 cent untuk 1 Bitcoin dan menjadi 1 USD per 1 Bitcoin pada awal tahun 2011. Hari ini, harga Bitcoin sekitar $8,000 – $10,000 per 1 Bitcoin (Cek Harga Bitcoin Saat Ini). Jadi, tawaran seharga $50 pada tahun 2010 saat ini bernilai $400,000 – $500,000.

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa harga Bitcoin menjadi mahal seperti saat ini. Berikut ini adalah beberapa faktor pentingnya.

Adopsi Cryptocurrency yang Meningkat

adopsi cryptocurrency

 

Munculnya aplikasi dan situs yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual-beli cyrptocurrency adalah salah satu faktor utama mengapa harga Bitcoin meningkat. Aplikasi dan situs ini memudahkan siapapun untuk memiliki cryptocurrency. Layanan semacam ini juga mengubah pandangan banyak orang tentang Bitcoin yang awalnya hanya sebagai ‘ide keren’ menjadi aset yang layak diperdagangkan seperti mata uang lainnya.

Kepopuleran dan kemudahan dalam mendapatkannya membuat permintaan terhadap aset ini pun semakin meningkat, sementara penawaran Bitcoin saat ini tidak bisa memenuhi jumlah permintaannya. Sesuai hukum ekonomi, saat permintaan lebih tinggi dari penawaran, maka harga akan meningkat.

Munculnya Cryptocurrency Lain

alternative coin

Bitcoin bukan satu-satunya cryptocurrency yang tersedia saat ini. Muncul “alternative coin” seperti Litecoin dan Ethereum serta ratusan mata uang digital lainnya. Cryptocurrency baru ini semakin banyak bermunculan setelah kepopuleran dan harga Bitcoin yang semakin meroket. Daya tarik utama dari coin-coin baru ini adalah harganya yang lebih murah dari BTC dan potensi harganya yang mungkin akan meroket seperti Bitcoin.

Ketidakstabilan Politik di Seluruh Dunia

donald trump

Kejadian-kejadian politik besar seperti pemilihan presiden di Amerika Serikat, Inggris yang keluar dari Uni Eropa (Brexit) hingga aturan ketat seputar mata uang Tiongkok membuat banyak orang mencari alternatif lain untuk menyimpan kekayaan selain mata uang negara mereka. Bitcoin adalah mata uang terdesentralisasi dan tidak diatur oleh negara manapun serta tidak rentan terhadap undang-undang atau aturan baru yang dibuat sebuah negara yang mungkin membuat nilai mata uang negara tersebut menjadi anjlok. Banyak orang memanfaatkan cryptocurrency untuk melindungi kekayaan mereka dari devaluasi.

Layaknya pasar saham dan mata uang, ada banyak faktor lainnya yang mungkin menyebabkan nilai tukar atau harga dari Bitcoin berubah setiap saat. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui informasi-informasi terbaru mengenai aturan dan peristiwa yang mungkin memengaruhi harga Bitcoin dan alternative coin lainnya.

 

Comments (No)

Leave a Reply

%d bloggers like this: