Eco, Saingan Baru Bitcoin dari Pendiri Uber

Banyaknya mata uang digital atau cryptocurrency yang beredar saat ini ternyata tidak menutup kesempatan bagi mata uang baru untuk muncul. Contohnya adalah Eco dicetuskan oleh Garrent Camp, salah satu pendiri Uber. Camp yang diprediksi memiliki kekayaan hingga 4,8 Milyar Dollar Amerika Serikat baru saja memperkenalkan Eco pada awal Maret 2018.

Eco memiliki misi untuk menjadi mata uang digital yang bisa digunakan secara global dan digunakan sebagai metode pembayaran dalam transaksi sehari-hari. Mata uang ini juga akan mengatasi tiga isu besar yang dihadapi Bitcoin saat ini seperti : 1. ‘Tambang’ Bitcoin yang saat ini hanya ditangani oleh beberapa orang, 2. Besarnya energi yang diperlukan untuk proses menambang dan transaksi dan 3. Anggapan bahwa platformnya sangat rumit dan tidak aman.

Garret Camp

Garrent Camp

Untuk mengatasi masalah pertama, Eco hanya akan berjalan di jaringan terverifikasi yang artinya konfirmasi transaksi tidak bisa dilakukan secara anonim seperti dalam jaringan Bitcoin. Walau hal ini dipercaya akan menghilangkan 51% serangan dan penipuan seperti di jaringan Bitcoin, ini artinya Eco tidak sepenuhnya terdesentralisasi.

Besarnya energi yang diperlukan dalam proses konfirmasi transaksi dan menambang Bitcoin menjadi perhatian banyak kalangan. Eco hadir dengan proses konfirmasi transaksi dan penambangan token yang lebih ramah lingkungan yang artinya tidak akan ada penambang dengan jaringan yang memerlukan energi tinggi yang akan mendukung jaringan Eco.

Dan untuk mengatasi masalah terakhir, Eco akan hadir dengan tawaran token dalam jumlah besar, sekitar 1 Triliyun token akan berikan saat perilisannya. Eco juga mempersiapkan tampilan web dan aplikasi mobile yang sederhana dan mudah digunakan. Dua hal ini berarti Eco tidak akan berharga semahal Bitcoin dan fokus pada penggunaannya dalam transaksi nyata.

Sebagai pertanda kemunculannya, cryptocurrency baru ini akan menerbitkan langsung 1 Triliyun token. Dimana 50% akan diberikan kepada 1 Milyar pendaftar pertama di situs Eco.com yang sudah melakukan verifikasi email dan nomor telepon, 20% akan diberikan pada perguruan tinggi dengan alamat IP terpercaya, 10% akan menjadi miliki para penasihat, 10% lainnya akan diberikan pada rekan strategis dari Eco dan sisanya akan menjadi milik Eco Foundation sebagai yayasan yang bertanggungjawab membuat dan menjaga jaringan Eco.

 

Eco juga tidak akan melakukan Initial Coin Offering (ICO) yang kerap dilakukan oleh perusahaan atau mata uang baru yang bergerak di industri ini. Hal ini karena banyaknya isu tentang regulasi yang kerap dihadapi ICO di berbagai negara di seluruh dunia. Eco sendiri diharapkan akan siap melakukan uji coba jaringan pada akhir tahun 2018.

Jika melihat apa yang ingin dilakukan Eco, sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Ethereum dan Litecoin sudah memiliki blockchain yang lebih cepat sehingga mempercepat proses transaksi, cryptocurrency dari Telegram dan Kik sedang berusaha menghadirkan cryptocurrency yang berfokus pada perangkat mobile dan jumlah token yang banyak, Ripple sudah meninggalkan jaringan anonim dan menggunakan jaringan terpercaya yang diverfikasi oleh beberapa orang. Bahkan Neo sudah menggunakan metodologi Proof-of-Stake yang lebih hemat energi dibanding Proof-of-Work yang digunakan Bitcoin dan banyak cryptocurrency lain.

Apa yang sebenarnya diperlukan mata uang digital saat ini adalah sebuah ekosistem dimana mata uang digital ini bisa benar-benar digunakan dan bukan sekedar aset. Garret Camp dan Eco mungkin saja beruntung menjadi yang pertama berhasil membuat ekosistem ini.

 

Comments (No)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: