Apa Itu Big Bitcoin Heist?

Bitcoin menjadi sesuatu yang sangat populer dengan nilai yang tidak main-main selama beberapa tahun belakangan ini. Tidak heran bila para kriminal juga menjadikan Bitcoin sebagai sasaran mereka. Big Bitcoin Heist adalah sebuah kejahatan terorganisir yang terjadi di Islandia dan menyebabkan hilangnya 600 mesin tambang Bitcoin senilai hampir 2 Milyar Dollar Amerika Serikat.

Islandia merupakan salah satu negara lingkar Artik dengan ekosistem, pajak dan aturan yang sangat cocok untuk industri penambangan Bitcoin, tidak heran jika negara ini akhirnya menjadi tujuan banyak perusahaan penambang Bitcoin. Sayangnya, hal ini juga menarik perhatian para kriminal untuk mencuri mesin-mesin penambang Bitcoin yang ada di negara ini. Selama Desember 2017 dan Januari 2018, dalam beberapa kejadian berbeda, total ada 600 mesin penambang Bitcoin yang hilang dicuri di Islandia. Kejahatan ini begitu rapi hingga polisi setempat kesulitan untuk melacak dimana mesin-mesin tersebut berada saat ini.

Pada April 2018, kepolisian di Belanda menangkap Sindri Thor Stefansson di Amsterdam, ia diduga sebagai dalang dari pencurian terbesar di Islandia tersebut. Namun, Stefansson berhasil kabur dari penjara dan mengirimkan surat yang mengatakan bahwa polisi telah menangkap dan memenjarakannya tanpa bukti yang jelas dan kini dia berada dalam pelarian di Swedia.

Di tempat berbeda, kepolisian Islandia menangkap setidaknya 22 orang, termasuk petugas keamanan yang diduga ikut terlibat dalam pencurian tersebut. Sayangnya, hingga penangkapan tersebut terjadi, ratusan mesin penambang yang hilang tersebut belum juga ditemukan bahkan hingga perusahaan pemilik mesin-mesin tersebut menawarkan hadiah hingga $60,000 bagi yang bisa memberikan petunjuk.

Pada Mei 2018, kepolisian di Tianjin, Tiongkok menyita mesin penambang Bitcoin setelah mendeteksi konsumsi listrik yang sangat tinggi. Selain mesin penambang Bitcoin, polisi juga memnyita delapan kipas pendingin berukuran besar. Kantor berita setempat menyebutkan bahwa ini merupakan kejadian pencurian listrik terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pemilik tambang Bitcoin memodifikasi pencatat listriknya sehingga terhindar dari tagihan listrik yang disebut mencapai ratusan ribu Yuan. Sampai saat ini, belum diketahui apakah mesin-mesin yang disita di Tiongkok tersebut ada hubungannya dengan mesin penambang yang hilang di Islandia pada Desember dan Januari.

Comments (No)

Leave a Reply

%d bloggers like this: